Peningkatan Layanan Keselamatan Melalui Wire Rope di ASTRA Tol Cipali

Sebagai wujud peningkatan layanan dan realisasi program 3E (Education, Engineering dan Enforcement) dalam memberikan layanan prima kepada pengguna jalan, ASTRA Tol Cipali melalui program 3E, yaitu Engineering melakukan pemasangan wire rope di ruas tol Cipali dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan.

Sejak tahun 2019 telah dilakukan pekerjaan pemasangan wire rope di ruas tol Cipali. Wire rope atau sling baja merupakan salah satu pagar pengaman terbuat dari baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton, juga berfungsi sebagai pembatas jalan. Saat ini wire rope yang telah terpasang sepanjang 44 Km, on progress 30 Km yang akan selesai di akhir tahun 2020. Selanjutnya pemasangan wire rope sepanjang 35km, diperkirakan akan selesai sebelum Lebaran tahun 2021.

ASTRA Tol Cipali menargetkan sampai dengan akhir tahun 2021, di semua Ruas Tol Cikopo hingga Palimanan yang memiliki panjang 116,75 akan terpasang pagar pengaman yang terdiri dari wire rope sepanjang 109 KM dan 7 KM terdiri dari MCB (Median Concrete Barrier) dan parapet jembatan atau dinding jembatan.

Dalam program EducationASTRA Tol Cipali juga melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan secara massif melalui media luar ruang dengan memasang himbauan terkait pelaksanaan pekerjaan dan himbauan keselamatan pada spanduk, variable message sign (VMS) dan juga videotron yang tersebar di sepanjang Tol Cipali. Melalui berbagai media sosial yang dimiliki, ASTRA Tol Cipali terus memberikan himbauan kepada para pengguna jalan agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan dan juga kondisi fisik saat berkendara. Selalu tertib dan mematuhi rambu saat berkendara dengan minimal batas kecepatan 60 KM/jam dan maksimal100 KM/jam, dan apabila keadaan hujan batas kecepatan maksimal 70 KM/jam.

Sedangan pada Enforcement, dilakukan bersama dengan Kementrian Perhubungan dan PJR Polda Jabar dalam penindakan operasi penertiban kendaraan overdimension dan overload yang dilakukan berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali yang dilaksanakan di Rest Area Cipali. Untuk penertiban kendaraan yang over speed dilakukan penindakan batas kecepatan atau operasi speed gun setiap 2 bulan sekali dengan sinergi bersama Kepolisian daerah Jawa Barat dan PJR.

Dengan penambahan fasilitas keselamatan ini, diharapkan para pengguna jalan dapat berkendara dengan tertib serta tetap memperhatikan peraturan yang berlaku sehingga dapat tercipta kelancaran, keamanan dan kenyamanan bagi dirinya sendiri dan orang lain saat berkendara di Jalan Tol Cipali.

Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas, ASTRA Tol Cipali Kampanyekan Bulan Keselamatan Berkendara

PT Lintas Marga Sedaya yang kini memiliki branding name ASTRA Infra Toll Road Cikopo-­?Palimanan (ASTRA Tol Cipali) terus melakukan pengembangan terhadap berbagai aspek layanan jalan tol, khususnya dalam keselamatan lalu lintas. Bersinergi dengan Korlantas, Kepolisian Daerah dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ASTRA Tol Cipali kampanyekan Bulan Keselamatan Berkendara melalui Kick Off yang dilaksanakan di Rest Area KM 102 arah Palimanan (21/09).

Kick off Bulan Keselamatan Berkendara dibuka oleh CEO Toll Road Business Group Astra Infra, Krist Ade Sudiyono dan diawali talkshow dengan narasumber dari Korlantas Polri, Ketua KNKT, dan Presiden Direktur ASTRA Tol Cipali, kemudian dilanjutkan dengan gelar pasukan oleh petugas layanan lalu lintas yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan ASTRA Tol Cipali. Di saat yang sama juga dilakukan penindakan operasi speed gun oleh Kepolisian bagi kendaraan yang melanggar batas kecepatan maksimum 100 km/jam. Pada kesempatan ini juga dilakukan penempelan 100 sticker reflector agar dapat terlihat di malam hari bagi kendaraan yang tidak memiliki sticker di bagian belakang kendaraan.

Krist Ade Sudiyono, CEO Toll Road Business Group ASTRA Infra dalam sambutanya mengatakan, “Bulan Keselamatan Berkendara merupakan salah satu upaya ASTRA Infra dalam meningkatkan pelayanan bagi para pengguna jalan khususnya dalam keselamatan berkendara di jalan tol sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas tanggal 22 September 2020. Kampanye yang dipusatkan di Tol Cipali ini, juga akan berlaku di seluruh tol ASTRA Infra. Diharapkan dengan program 3E: EngineeringEducation dan Enforcement dapat menciptakan kelancaran, keamanan dan kenyamanan berkendara di jalan tol ASTRA Infra.” jelas Krist Ade Sudiyono, CEO Toll Road Business Group ASTRA Infra.

“Skema 3E ini merupakan pondasi program yang akan terus kami perkuat untuk mendukung

goal menuju Toll Road Safety Culture,” imbuh Krist Ade Sudiyono.

Peningkatan layanan keselamatan lalu lintas yang dilakukan ASTRA Tol Cipali merupakan tindakan preventif melalui program 3E (Engineering, Education dan Enforcement).

Sebagai bentuk keseriusan ASTRA Tol Cipali dalam meminimalkan kecelakaan, melalui program Engineering saat ini di sepanjang ruas tol Cipali telah terpasang dua buah alat timbang kendaraaan Weight in Motion (WIM) yang berada di KM 74 & KM 178. Pemasangan

alat timbang WIM bertujuan untuk mendeteksi berat kendaraan yang melintas di ruas Tol Cipali. Di samping itu juga dilakukan pemasangan wire rope atau sling baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton dan berfungsi sebagai pembatas jalan. Saat ini total wire rope yang telah terpasang sepanjang ± 39 Km akan bertambah menjadi ± 44 Km di tahun 2020 dan dilanjutkan 65 Km di tahun 2021. Selain itu juga terpasang Rumble Dot sepanjang +/-­?35 Km yang berfungsi sebagai garis kejut untuk mengingatkan kewaspadaan dalam berkendara.

Pada ruas tol Cipali juga telah dilakukan pendalaman median jalan sepanjang 81,245 Km sebagai batas untuk menahan kendaraan agar tidak berpindah lajur. Untuk membuat pengendara berhati-­?hati di area black spot telah terpasang 11 unit lampu strobe dan juga penambahan 634 unit rambu peringatan dan himbauan untuk berhati-­?hati, hindari tabrak belakang dan lainnya. Sejak Maret 2020, telah dilakukan pemasangan marka Speed Reducer dengan jenis Chevron dan Dragon Teeth sepanjang 500 m di 4 lokasi sebagai pilot project jalan tol pertama di Indonesia, sesuai Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor

: KP 312./AJ.502/DRJD/2020 tentang Uji Coba Penyelenggaraan Marka Pengurangan Kecepatan dan sampai akhir tahun akan ditambahkan di 5 lokasi hingga total ada 9 lokasi. Selain itu 21 unit CCTV telah dipasang di lajur utama yang berfungsi sebagai alat pemantauan real-­?time bagi kecepatan pengguna jalan.

Presiden Direktur ASTRA Tol Cipali Firdaus Azis mengatakan, “Pada tahun berjalan hingga bulan Agustus 2020, jumlah kecelakaan lebih rendah 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. Berdasarkan kajian KNKT, Jalan Tol Cipali dengan karakteristik jalan tol yang lurus berada di tengah jalan tol trans Jawa memiliki faktor reaksi manusia yang berdampak pada kecelakaan, yaitu resiko lelah pada pengemudi dan tingginya gap kecepatan. Bagi para pengguna jalan jangan dipaksakan untuk terus mengemudi karena faktor penyebab kecelakaan yang besar saat mengantuk atau lelah, karena terjadi penurunan kesadaran sehingga tidak waspada dan dapat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain.”

Sedangkan pada sisi Education, ASTRA Tol Cipali juga telah melakukan sosialisasi keselamatan berkendara melalui media luar ruang dengan memasang himbauan keselamatan pada spanduk, variable message sign (VMS) dan videotron yang tersebar di sepanjang Tol Cipali. Tidak hanya itu, sosialisasi dan himbauan melalui media sosial Instagram dan twitter pada akun @astratolcipali pun terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara bagi masyarakat khususnya pengguna jalan Tol Cipali.

Sosialisasi juga dilakukan melalui komunitas binaan Astra Infra, yaitu 502 Pelopor Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas yang telah menggelorakan Ayo Aman Berkendara kepada 2.877 orang masyarakat.

ASTRA Tol Cipali mengimbau kepada pengguna jalan agar memperhatikan kondisi kendaraan dan juga kondisi fisik ketika akan memulai perjalanan. Selalu mematuhi rambu dan aturan saat berkendara, minimal batas kecepatan 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. ASTRA Tol Cipali juga menganjurkan para pengguna jalan untuk dapat berisitirahat di 8 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang telah disediakan di sepanjang Ruas Tol Cipali apabila sudah berkendara selama 4 jam atau ketika sudah merasa lelah dan mengantuk saat mengemudi.

Program Enforcement dengan penindakan speed gun yang sudah dimulai sejak Maret 2019, dilakukan secara berkala setiap 2 bulan bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Patroli Jalan Raya (PJR). Selain itu juga dilakukan penindakan kendaraan Over Load Over Dimension (ODOL) setiap 3 bulan berkerjasama dengan Kementerian Perhubungan sejak tahun 2018. Penindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap keamanan dan keselamatan berkendara di jalan tol.

Sinergi yang telah dilakukan oleh ASTRA Tol Cipali dan lembaga pemerintahan seperti KORLANTAS POLRI, Kementerian Perhubungan, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tidak akan berjalan baik dan maksimal tanpa adanya peran dan kesadaran dari masyarakat serta para pengguna jalan. Ciptakan jalan tol yang Lancar, Aman dan Nyaman dengan Ayo Aman Berkendara bersama ASTRA Tol Cipali.

Peletakan Batu Pertama Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, ASTRA Infra Toll

Sebagai bagian dari ASTRA Infra, PT Lintas Marga Sedaya yang kini memiliki brand name ASTRA Infra Toll Road Cikopo-­?Palimanan (ASTRA Tol Cipali) senantiasa turut mendukung pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat khususnya di Majalengka dengan membuka jalan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Peletakan batu pertama pembangunan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati dilakukan pada Senin, 7 September 2020. Acara yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka serta Direksi ASTRA Infra ini, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-­?19 secara ketat.

Proyek yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian PUPR yang sudah direncanakan sejak Mei 2017 ini merupakan penambahan lingkup Jalan Tol Cipali. Nantinya Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan terkoneksi dengan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) yang menghubungkan Kota Bandung dan wilayah sekitarnya.

Group CEO ASTRA Infra, Djap Tet Fa dalam sambutannya mengatakan, “Pembangunan tol akses Kertajati yang menghubungkan langsung Tol Cipali menuju BIJB Kertajati akan semakin mempermudah konektivitas yang tentunya akan memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat daerah sekitar. Pembangunan tol akses Kertajati ini juga akan melengkapi keberadaan BIJB Kertajati, yang merupakan kebanggaan Jawa Barat dan Majalengka pada khususnya. Kontribusi ASTRA Infra dalam pembangunan tol akses ini akan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bentuk perwujudan filosofi ASTRA, yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.”

Proyek pembangunan ini dilakukan oleh Project Management Consultant ASTRA Infra Solutions beserta kontraktor pelaksana PT Acset Indonusa Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk dengan konsultan supervisi PT Mitrapacific Consulindo International dan konsultan pengendalian mutu independen PT Eskapindo Matra. Jalan tol akses menuju BIJB Kertajati terkoneksi dengan Jalan Tol Cikopo-­?Palimanan yang dimulai dari KM 158+700 dengan panjang jalan sekitar ± 3.7 km, dengan lebar lajur 3,6 meter yang memiliki jumlah 4 lajur untuk 2 arah.

“Proses pekerjaan pembangunan jalan tol akses BIJB Kertajati ini diprediksi akan rampung selama 12 bulan sehingga akan mulai beroperasi bulan November 2021. Namun diharapkan pada bulan Juli 2021 dapat digunakan untuk uji coba fungsi dan laik operasi oleh Kementerian PUPR untuk keberangkatan jemaah haji Provinsi Jawa Barat yang berpusat di BIJB Kertajati,” jelas Firdaus Azis, Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (ASTRA Tol Cipali).

Proyek Pembangunan yang menelan biaya 692 milyar ini didukung oleh Kreditur Sindikasi yang dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk dengan anggota PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Panin Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Indonesia Infrastructure Finance, BPD Jabar dan Banten, Bank DKI dan Bank ICBC Indonesia.

Dengan dukungan dan sinergi yang baik dari Pemerintah maupun pihak yang terkait, diharapkan pembangunan akses BIJB Kertajati ini berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

Kampanye Keselamatan Berkendara

Dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan, ASTRA Tol Cipali senantiasa berupaya maksimal dalam mewujudkan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. Dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan agar tertib dan disiplin berkendara di jalan tol maka bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati, ASTRA Tol Cipali mencanangkan kampanye keselamatan berkendara di ruas Tol Cikopo-­?Palimanan.

Sebagai bentuk keseriusan ASTRA Tol Cipali dalam meminimalkan kecelakaan, di sepanjang ruas Tol Cipali telah terpasang dua buah alat timbang kendaraaan Weight in Motion (WIM) yang berada di KM 74 & KM 178. Pemasangan alat timbang WIM bertujuan untuk mendeteksi golongan dan berat kendaraan yang melintas di ruas Tol Cipali. Di samping itu juga dilakukan pemasangan wire rope atau sling baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton, yang berfungsi sebagai pembatas jalan. Saat ini total wire rope yang telah terpasang sepanjang ± 39 km akan bertambah menjadi ± 44 km di tahun 2020.

Tindakan preventif lainnya yang dilakukan oleh ASTRA Tol Cipali adalah dengan melakukan operasi penindakan pengawasan batas kecepatan (speed gun), pemasangan speed reducer, operasi penindakan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), naik turun penumpang dan penindakan pedagang asongan yang rutin dilakukan setiap hari di beberapa titik di ruas Tol Cipali.

Kami senantiasa menghimbau kepada pengguna jalan agar memastikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Selalu mematuhi rambu dan aturan berlalu lintas saat berkendara dengan batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Jalan tol Cipali juga telah dilengkapi kamera pantau atau CCTV yang selama 24 jam memantau kecepatan pengguna

jalan.

Dianjurkan para pengguna jalan untuk untuk berisitirahat di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang telah disediakan di sepanjang ruas Tol Cipali apabila sudah berkendara selama 4 jam atau ketika sudah merasa lelah dan mengantuk saat mengemudi. Jangan dipaksakan untuk terus mengemudi karena faktor penyebab kecelakaan yang besar adalah berkendara saat mengantuk atau lelah. Jaga keselamatan bersama dengan tetap mematuhi peraturan yang ada demi mewujudkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan berkendara di Jalan Tol Cipali.

Peringati Hari Pelanggan Nasional, ASTRA Tol Cipali Sapa Pengguna Jalan

PT Lintas Marga Sedaya yang kini memiliki branding name ASTRA Infra Toll Road Cikopo-­?Palimanan (ASTRA Tol Cipali) turut serta dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang rutin diperingati setiap tahun. Pada kesempatan kali ini Direktur Operasi ASTRA Tol Cipali, Agung Prasetyo berkesempatan menyapa langsung para pengguna jalan yang tengah melakukan transaksi di Gerbang Tol Palimanan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada pengguna jalan.

Di tengah perayaan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) ini juga ASTRA Tol Cipali terus berupaya melakukan peningkatan tidak hanya pada kualitas jalan saja, namun juga pada sisi keamanan berkendara di Ruas Tol Cipali. Saat ini ASTRA Tol Cipali sedang melakukan proses pemasangan wire rope sebagai pembatas jalan yang tengah memasuki proses pekerjaan penggalian angkur di KM 80+770 arah Palimanan. Saat ini total wire rope yang telah terpasang sepanjang 39.174 km akan bertambah menjadi 44.174 km.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jalan pada seluruh aspek, salah satunya aspek keselamatan berkendara di Ruas Tol Cipali. Saat ini kami tengah memasang wire rope atau tali pengaman yang terbuat dari sling baja yang bisa menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton sepanjang 5 km secara bertahap ,”jelas Agung Prasetyo.

Guna meningkatkan pelayanan yang lancar, aman, dan nyaman, ASTRA Tol Cipali juga bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Jawa Barat Kementerian Perhubungan dan Polisi Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Barat secara berkala setiap 3 bulan sekali melakukan penindakan over dimension dan overload (ODOL) di Ruas Tol Cipali. ASTRA Tol Cipali juga melakukan penindakan pengawasan batas kecepatan atau speed gun bersama dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Patroli Jalan Raya (PJR). Penindakan batas kecepatan/ speed gun tercatat efektif dalam meningkatkan kewasapadaan pengguna jalan dalam mengontrol kecepatan kendaraan saat melintas di Ruas Tol Cipali.

“Seluruh kegiatan yang kami lakukan merupakan tindakan preventif dari salah satu program 3E (Education, Engineering dan Enforcement) yakni enforcement dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Kami harap

upaya yang telah kami lakukan ini dapat diapresiasi dengan baik oleh pengguna jalan dengan selalu mematuhi aturan berkendara di jalan tol,”lanjut Agung.

Melalui kesempatan ini, ASTRA Tol Cipali juga tidak bosan untuk terus mengimbau kepada pengguna jalan agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan dan juga kondisi fisik saat berkendara. Selalu mematuhi rambu dan aturan saat berkendara, minimal batas kecepatan 80 km/jam dan maksimal 100 km/jam di Jalan Tol. ASTRA Tol Cipali dilengkapi kamera pantau atau CCTV yang 24 jam memantau kecepatan pengguna jalan saat melintas di Ruas Tol Cipali.

Dianjurkan para pengguna jalan untuk dapat berisitirahat di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang telah disedikan di sepanjang Ruas Tol Cipali apabila sudah berkendara selama 4 jam atau ketika sudah merasa lelah dan mengantuk saat mengemudi. Jangan dipaksakan untuk terus mengemudi karena faktor penyebab kecelakaan yang besar saat berkendara adalah saat pengemudi mengantuk atau lelah dan tetap mengemudikan kendaraannya.

Tentunya seluruh upaya yang dilakukan ASTRA Tol Cipali akan berjalan dengan baik apabila apabila didukung oleh lembaga pemerintahan terkait dalam penindakan kendaraan dan juga kerjasama dari para pengguna jalan akan pentingnya mematuhi aturan berkendara. Sehingga dapat tercipta kelancaran, keamanan, dan kenyamanan saat berkendara di Jalan Tol Cipali.

Tingkatkan Keselamatan, ASTRA Tol Cipali Lakukan Operasi ODOL

PT Lintas Marga Sedaya yang kini memiliki branding name ASTRA Infra Toll Road Cikopo-­?Palimanan (ASTRA Tol Cipali) senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan khususnya dalam hal keselamatan berkendara di jalan tol. Bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Jawa Barat Kementrian Perhubungan dan Polisi Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Barat, ASTRA Tol Cipali lakukan penindakan over dimension dan overload (ODOL) di Rest Area KM 102 arah Palimanan pada Jumat, 28 Agustus 2020.

ASTRA Tol Cipali melakukan penindakan operasi ODOL sejak tahun 2016 secara periodik setiap 3 bulan sekali. Penindakan ini dilakukan kepada kendaraan golongan 2 sampai dengan golongan 5 untuk di tes uji berat beban yang sesuai dengan jumlah gandar dari kendaraan. ASTRA Tol Cipali mencatat jumlah kendaraan overload berdasarkan data dari alat timbang Weight In Motion (WIM) sebesar 14,7% atau sebesar 1.900 kendaraaan setiap harinya.

“Penindakan over dimension dan overload yang kami lakukan merupakan tindakan preventif dari salah satu program 3E (Education, Engineering dan Enforcement) yakni enforcement dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Diharapkan dengan rutin dilakukan penindakan ODOL dapat menumbuhkan kesadaran dari para pengguna jalan khususnya para pengemudi kendaraan besar untuk membawa beban sesuai dengan jumlah gandar kendaraan,” jelas Agung Prasetyo, Direktur Operasi PT Lintas Marga Sedaya (ASTRA Tol Cipali).

Sebagai bentuk keseriusan ASTRA Tol Cipali dalam meminimalisir laka disepanjang Ruas Tol Cipali, telah terpasang dua buah alat timbang kendaraaan Weight in Motion (WIM) yang berada di KM 74 & KM 178 arah Jakarta dan Palimanan. Pemasangan alat timbang WIM bertujuan untuk mendeteksi golongan dan berat kendaraan yang melintas di Ruas Tol Cipali.

Tindakan preventif lainnya yang dilakukan oleh ASTRA Tol Cipali dalam mewujudkan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman adalah dengan melakukan operasi penindakan pengawasan

batas kecepatan/ speed gun, operasi penindakan naik turun penumpang dan penindakan pedagang asongan yang rutin dilakukan setiap hari di beberapa titik di Ruas Tol Cipali.

Diharapkan dengan rutinnya dilakukan penindakan ODOL ini pengguna jalan dapat mematuhi peraturan terkait jumlah gandar dan berat beban yang sesuai saat berkendara di Jalan Tol. Karena kendaraan yang melebihi muatan selain dapat memperpendek usia jalan, namun juga berbahaya bagi pengguna jalan lainnya yang dapat menyebabkan kecelakaan di Jalan Tol.

Tentunya penindakan ODOL ini hal ini tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya sinergi dari pihak-­?pihak terkait seperti Polda Jabar, PJR dan juga Lembaga Pemerintah lainnya dalam meningkatkan kesadaran pengguna jalan akan keselamatan berkendara di jalan sekaligus salah satu upaya dalam menciptakan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman.

Layanan ASTRA Tol Cipali Menghadapi Lebaran 2020

Menyambut Idul Fitri 1441 Hijriah/ Tahun 2020 ditengah Pandemi Covid-­?19, dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di sejumlah besar wilayah di Indonesia serta pemberlakuan larangan mudik oleh Pemerintah, arus lalu lintas di sepanjang Ruas Tol Cipali terpantau lancar dan aman.

Sebagai salah satu bagian dari Jalan Tol yang dimiliki ASTRA Infra, pada tahun ini ASTRA Infra grup kampanyekan Layanan Silaturahmi Lebaran 2020, dengan kampanye Beri Aman : Bersama Jaga Diri -­? Tingkatkan Iman. Layanan lebaran tahun ini adalah Layanan Tidak Mudik dan Tidak Piknik, yang diganti dengan Layanan Silaturahmi Lebaran Beri Aman dengan tetap mematuhi protokol dan pencegahan penanganan Covid-­?19.

“Sejak awal tahun 2020, ASTRA Tol Cipali terus berupaya melakukan inovasi dan peningkatan kualitas baik pada layanan transaksi maupun layanan fasilitas. Untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melintas di Ruas Tol Cipali. Dalam menghadapi layanan Lebaran, saat ini kami telah menambah 4 unit gardu satelit di Gerbang Tol Palimanan, dengan 14 gardu utama, 7 GTO, 3 gardu satelite arah Palimanan dan 5 arah Cikopo yang dapat dipoerasionalkan secara maksimal ada 22 gardu arah Palimanan dan 22 gardu arah Cikopo. Namun pada masa Lebaran saat ini, dari 14 gardu utama yang ada hanya 10 gardu yang beroperasi terdiri dari 5 gardu arah Palimanan dan 5 arah Cikopo sehingga dapat melayani pengguna dengan nyaman. Namun jika terjadi peningkatan volume kendaraan, kami akan segera menyesuaikan dengan pembukaan gardu lainnya”, ujar Agung Prasetyo, Direktur Operasi ASTRA Tol Cipali.

“Sedangkan pada layanan fasilitas, kami juga mengupgrade 2 unit VMS (variable message sign) yang berada di lajur Cikopo dan lajur Palimanan dengan teknologi terbaru guna menambah kenyamanan pengguna jalan dalam memperoleh informasi seputar lalu lintas di Ruas Tol Cipali. Total VMS yang terpasang saat ini sebanyak 9 unit,” lanjut Agung.

Dalam masa pandemi Covid-­?19, ini ASTRA Tol Cipali turut mendukung program pemerintah dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-­?19 baik yang dilakukan di internal maupun eksternal. Beberapa upaya yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi pada media luar ruang maupun media sosial, melalui himbauan penggunaan masker, physical distancing, juga anjuran rajin mencuci tangan. Para Petugas yang melayani langsung pengguna jalan pun dibekali dengan edukasi terkait dengan Covid-­?19 dan selalu menggunakan masker, sarung tangan serta alat pelindung diri (APD) selama bertugas.

Tidak hanya itu, ASTRA Tol Cipali juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada semua Gardu dan Gerbang Tol. Hal ini juga dilakukan pada seluruh armada layanan lalu lintas seperti

ambulance, Derek dan PJR, serta di seluruh Rest Area Tol Cipali. Disamping itu ASTRA Tol Cipali juga turut berperan serta dalam mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-­?19, dengan menyalurkan bantuan APD dan Masker kepada 5 Kabupaten yang dilewati oleh ruas Tol Cipali, yaitu Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon melalui badan penanganan bencana yang dibentuk oleh pemerintah daerah masing-­?masing Kabupaten.

Protokol pencegahan pandemic Covid-­?19 diterapkan juga di 8 Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) atau rest area ASTRA Tol Cipali, seperti pembatasan jarak bagi para pengguna jalan yang menggunakan toilet, gerai ATM, tempat ibadah juga menyediakan 41 unit wastafel portable di rest area tipe A dan B. Pemesanan makanan dengan take away diberlakukan bagi para pengguna jalan yang berkunjung demi kebersihan dan kenyamanan. Tersedia juga pos kesehatan dengan fasilitas ruang isolasi khusus penanganan pasien COVID-­?19 di Rest Area KM 86 & KM 130 arah Palimanan dan KM 130 dan KM 86 arah Cikopo. Khusus bagi pengemudi truk disediakan toilet dengan air panas yang saat ini hanya ada di rest area KM 86 arah Palimanan dengan waktu penggunaan toilet maks. 10 menit untuk 1 orang.

Posko pengecekan atau titik check point juga terdapat di Gerbang Tol Palimanan yang bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi adanya pemudik yang melanggar larangan pemerintah.

ASTRA Tol Cipali menghimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-­?hati dalam berkendara, agar menjaga kondisi kesehatan dan kendaraannya dengan memenuhi batas kecepatan sesuai ketentuan minimal 60 dan maks 100 km/jam karena kecepatan kendaraan Anda dipantau oleh CCTV selama 24jam. Bila telah lelah atau mengantuk atau telah mengemudi selama 4 jam dapat beristirahat di rest area yang ada. Pengguna jalan juga diharapkan mengecek dan mengisi saldo uang elektronik sebelum memasuki ruas tol agar tidak terjadi kurang saldo saat bertransaksi di gardu. Disarankan untuk selalu memantau informasi seputar Tol Cipali serta layanan lalu lintas melalui media sosial twitter @astratolcipali dan Instagram @astratolcipali atau dapat menghubungi Traffic Monitoring Center di line telepon 0260 7600 600 yang siap melayani 24 jam. Semoga pandemic Covid-­?19 dapat segera berakhir sehingga kondisi dapat berangsur membaik dan dapat beraktifitas normal kembali.

Upaya ASTRA Tol Cipali Tingkatkan Keselamatan Melalui Pemantauan CCTV dan Operasi Speed Gun

PT Lintas Marga Sedaya yang kini memiliki branding name ASTRA Infra Toll Road Cikopo-­?Palimanan (ASTRA Tol Cipali) senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan khususnya dalam hal berkendara di jalan tol. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memasang CCTV (Closed Circuit Television) di ruas tol Cipali untuk memantau kecepatan berkendara pengguna jalan agar tidak melampaui batas maksimal yang kemudian dilakukan penindakan dengan cara operasi speed gun.

Guna mendukung upaya tersebut ASTRA Tol Cipali bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Patroli Jalan Raya (PJR) selama 2 hari yang dimulai di tanggal 2 & 3 Maret 2020 di KM

102 arah Cirebon, KM 166 arah Cirebon dan KM 130 arah Jakarta melakukan operasi penindakan pengawasan batas kecepatan atau speed gun di Ruas Tol Cikopo-­?Palimanan. Operasi penindakan pengawasan batas kecepatan/ speed gun ini merupakan program rutin dua bulanan ASTRA Tol Cipali bersama Polda Jabar yang tercatat efektif dalam meningkatkan kewasapadaan pengguna jalan dalam mengontrol kecepatan kendaraan saat melintas di Ruas Tol Cipali.

Kegiatan yang sudah dilakukan sejak tahun 2019 ini mencatat penurunan angka laka lantas di tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 11% dibandingkan tahun 2018 dari 1.198 menjadi

1.075 laka lantas. Mengawali tahun 2020, penindakan yang dilakukan selama 2 hari ini mencatat ada 112 kendaraan yang dikenakan tilang oleh pihak kepolisian.

“Penindakan pengawasan batas kecepatan yang dilakukan oleh ASTRA Tol Cipali ini merupakan salah satu tindakan preventif dari salah satu program 3E (Education, Engineering dan Enforcement) yakni enforcement dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Kedepannya kami juga sudah siap mendukung program pemerintah untuk dilakukan e-­?tilang di jalan tol khususnya di ruas tol Cipali,” jelas Agung Prasetyo Direktur OperasiASTRA Tol Cipali.

Secara teknis, operasi speed gun terbagi menjadi 3 regu yang terdiri dari regu pembidik, regu perlambatan dan regu penindak. Regu pembidik adalah titik awal yang bertugas untuk membidik kendaraan yang melintas dan mencatat nomor polisi kendaraan yang melanggar batas kecepatan yang nantinya akan di laporkan kepada regu penindak. Batas dari kecepatan yang menjadi yang ditetapkan mengacu kepada batas kecepatan minimum 60 KM/jam dan batas kecepatan maksimal 100 KM/jam.

Dalam melakukan operasi speed gun ini, ASTRA Tol Cipali melakukan rekayasa lalu lintas untuk menurunkan kecepatan kendaraan yang kemudian akan mengarahkan kendaraan untuk masuk ke lokasi penindakan di rest area.

Tindakan preventif lainnya yang dilakukan oleh ASTRA Tol Cipali dalam mewujudkan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman dengan melakukan operasi penindakan naik turun penumpang dan penindakan pedagang asongan yang rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari di beberapa titik di Ruas Tol Cipali.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pengguna jalan dapat mematuhi peraturan yang ada terutama dalam batas kecepatan saat berkendara di jalan tol karena dipantau oleh CCTV selama 24 jam . Tentunya hal ini tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya sinergi dari pihak-­?pihak terkait seperti Polda Jabar, PJR dan juga Lembaga Pemerintah lainnya dalam meningkatkan kesadaran pengguna jalan akan keselamatan berkendara di jalan sekaligus salah satu upaya dalam menciptakan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman.